Home | Posts RSS | Comments RSS | Login

Syukur yang terlupa

Sunday, June 21, 2009
Dinihari tadi perutku kembung, aku coba untuk bangun dan aku coba untuk minum coklat hangat dan kebetulan ada sepotong roti coklat ada di meja makan yang memang aku siapkan untuk pagi ini. Segelas coklat dan sepotong roti sudah aku habiskan namun kembungku masih terasa, teringat untuk membaca doa memohon kesembuhan yang pernah aku ajarkan kepada istriku waktu itu. setelah itu aku bersiap-siap mandi dan sholat shubuh. Sehabis shubuh sakitku hilang, alhamdulillah ucapku dalam hati, bersyukur kepada Allah atas diangkatnya sakitku.

Sepanjang perjalanan pulang dari sholat shubuh aku berfikir, telah banyak sekali sakit-sakit ringan yang aku alami ntah itu flu, kembung, batuk, pusing, dan lain sebagainya dan telah disembuhkan namun aku lupa untuk bersyukur mengingat Allah yang telah Maha mengabulkan dan Maha Penyembuh.

Hmm pikirku, selama aku ingat untuk berdoa dan memohon selalu dan hanya kepadaNya, insyaAllah dan berharap aku akan bisa bersyukur kepadaNya..selain itu aku berharap aku peka terhadap nikmat-nikmat dan ujian yang kadang terlupakan ntah itu udara yang aku hirup, pendengaran yang baik, mata yang bisa melihat, keimanan yang terjaga, hati yang sedang di bolak balikkan, dan banyak lagi...insyaAllah.

percikan Rahmat Illahi

Monday, June 15, 2009
assalamualaykum ya akhi ya ukhti

Nabi Muhammad pernah bersabda :

“Allah yang Maha Kepujian menjadikan sifat Rahmat seratus bagian. Maka dipeganglah di sisi-Nya 99 bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Maka dengan yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor hewan mengangkat kakiknya karena takut anaknya terinjak olehnya”

Untuk apa Allah memercikkan sebagian kecil sifat-Nya kepada diri manusia? Boleh jadi agar manusia mudah merasakan hal-hal yang di ridhoi-Nya dan apa yang tidak disukai-Nya. Sehingga manusia yang mau menggunakan akal dan hati yang dimilikinya dapat menemukan dan merasakan kebenaran hakiki yang akan menuntunnya ke surga..itulah suara hati. Seorang penjahatpun mampu menemukan kebenaran, yaitu kebenaran dari sudut pandang Ilahiyyah. Tetapi tentu saja jika ia mau menggunakan akal dan suara hatinya. Namun kadangkala belenggu di dalam hati sudah begitu banyaknya sehingga hati itu keras, dan suara hati itu diabaikan. Oleh karena itu sangat sering kita mendengar nasihat dari orang-orang tetapi selama kita enggan menggunakan akal dan kalbu kita untuk memahaminya, maka semua nasihat itu tidaklah ada artinya.

Surat Al A’raaf QS 7 ayat 179 mungkin bisa menjadi renungan buat aku dan kita semua 

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”

InsyaAllah tulisan ini bisa menjadi bahan renunganku kapan saja 
di kutip dari buku sentuhan kalbu tulisan Ir. Permadi Alibasyah



Bekal pulang kampung

Friday, June 12, 2009
assalamualaykum ya akhi ya ukhti

Beberapa hari yang lalu aku mengantar adikku ke bandara untuk pulang ke rumah orangtuaku. Dia baru menghabiskan beberapa minggu waktu liburannya di rumahku. Karena mengejar jadwal penerbangan, maka diputuskan untuk berangkat dari rumah sekitar jam 05:00. Selepas melaksanakan sholat shubuh, aku bersiap-siap untuk berangkat bersama adikku menuju ke bandara. Aku pastikan kepada adikku “apakah semua bawaan dan tas sudah dimasukkan ke dalam mobil? tanyaku, sudah semua bang ujarnya. Takutnya beberapa barang yang dia beli tertinggal termasuk oleh-oleh buat kerabat. Kemudian aku pastikan lagi kepada dia “kamu sudah sholat shubuh ?, belum bang jawabnya sambil mengenakan sepatunya. Sholat shubuh dulu kataku sambil bergumam dalam hati “yakin sekali dia umurnya akan panjang dalam perjalanan pulang nanti”. 

Dalam perjalanan aku kembali ingatkan kepada adikku bahwa lakukanlah sholat wajib itu setiap waktunya, dan jangan sekedar hanya menggugurkan kewajiban. Pulang ke kampung saja, kamu mempersiapkan perbekalan dan oleh-oleh sedemikian rupa. Memanfaatkan waktu yang terbatas selama liburan untuk mencari itu mencari ini, membeli itu membeli ini. Tetapi untuk pulang ke kampung yang sebenarnya yaitu akhirat kita tidak pernah sesibuk itu mencari perbekalan yaitu amalan-amalan yang nanti akan mendampingi kita kala kematian itu datang.
Ada sebuah nasihat yang mungkin bagus untuk aku tuliskan, yaitu nasihat dari seorang ulama Irak yang bernama Jamaluddin bin al Fajr Abdurrahman (lebih dikenal dengan Imam ibnu Al Jauziy). Dia mengatakan :

“yang wajib bagi seorang yang cerdas ialah mempersiapkan bekal sebelum melakukan perjalanan. Ia tentu tidak tahu hal-hal yang akan menimpa dirinya. Ia pun tak tahu kapan dirinya tiba-tiba dipanggil oleh Allah. Saya melihat banyak orang tertipu dengan masa-masa mudanya, lupa bahwa mereka bisa saja berpisah dengan teman sebayanya secara tiba-tiba. Mungkin seseorang yang merasa dirinya pintar sempat berkata “aku akan sibukkan diriku dengan ilmu, lalu aku beramal kemudian”. Ia kemudian berleha-leha dengan alasan beristirahat. Ia menunda kesempatan untuk bertaubat. Ia larut dalam berbagai gibah, berenang dalam genangan darah saudara-saudaranya. Harta benda datang lewat jalan yang syubhat dan ia terbuat dalam angan untuk menghapus segala nista di kemudian hari. Ia lupa bahwa kematian senantiasa mengintai. Gantungkanlah kematian di pelupuk mata”

InsyaAllah tulisan ini akan tertanam di dalam otakku untuk selalu mengingatkanku bahwa kematian itu kapan saja akan datang menjemputku, aku harus kumpulkan perbekalanku karena aku akan lama tinggal di kampung yang sebenarnya. 

tahukah kita | sujud di atas 7 tulang

Thursday, June 11, 2009
"Kita diperintahkan untuk sujud diatas tujuh tulang. Diatas dahi -beliau memberi isyarat diatas hidung beliau-, diatas dua tangan, dua lutut, ujung jari-jari kedua kaki, dan agar kami tidak meng-kaft- (menggulung/mengikat) baju dan rambut" (HR.Al-Bukhori No. 812 dan Muslim 1098)

“Dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu 'anhu berkata,”Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh (anggota badan) Dan beliau dilarang untuk mengumpulkan rambut maupun busana.” (H.R Muslim).

tahukah kita | takbir dan tasbih

Tuesday, June 9, 2009
aku baru tahu bahwa ada sunnah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang aku dapat tadi selepas shubuh dimana disunnahkan untuk melafadzkan takbir ketika berjalan menanjak dan melafadzkan tasbih ketika berjalan menurun (cukup dalam hati), insyaAllah aku dan kita semua bisa mengamalkannya..amien
Musafir bertakbir di setiap tempat (dataran) tinggi, berdasarkan hadits Abu Hurairah ra yang berkata, "Seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku ingin bepergian, maka beri aku nasihat'. Rasulullah saw. bersabda, "Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah, dan bertakbir di setiap tempat (dataran) yang tinggi." (Diriwayatkan At Tirmidzi dengan sanad yang baik).
dan pernah ada yang menyampaikan namun masih perlu dipastikan haditsnya, dimana ketika melalui jalan yang berkelok-kelok disunnahkan untuk melafadzkan la howla wala kuwata ila billah..