Home | Posts RSS | Comments RSS | Login

cobaan

Sunday, February 19, 2012
Jika resah dan gundah tatkala cobaan didera, maka kegundahan itu tak ada gunanya.. cobaan tetap mendera, maka bersabarlah.
Cobaan seperti sari-sari makanan yang ditelan lalu tersebar dalam badan, ia tak pasti kembali

Aib....

Saturday, February 18, 2012
Aib atau rahasia pribadi memang kadang susah-susah gampang untuk disimpan. Kadang tak sengaja kita sendiri yang mengungkapkannya. Curhat tak berkesudahan kepada orang yang ternyata tak mengemban amanah.

Dan kita juga suka lupa bahwa sebenarnya orang lain juga dapat membaca bahasa tubuh kita, nada suara, senyum kita, kesedihan kita, yang akhirnya kesimpulan yang mereka ambil mendekati wilayah rahasia diri kita.

Sisi lain, kitapun senang mengetahui aib orang lain. Rasa penasaran dalam hati menjadi semangat untuk mencari-cari. Kebanyakan dari kita merasa bahwa membicarakan aib cacat atau cela yg ada pada orang lain bukanlah perkara yg besar. Kata-kata terungkap seperti tanpa salah, padahal terselip menjatuhkan.

Kata-kata aib itu kita suka anggap remeh dan buruknya lagi, kata-kata itu meluncur dengan mudahnya dari lisan, sampai lupa diri sendiri tidak sempurna penuh dengan cacat dan cela.

Bukankah kita mulia karena Allah SWT telah menutup aib kita. Bukankah para ulama, para tokoh pemuka itu mulia karena Allah SWT. Iya pikirku, betapa banyak aib dalam diriku yang tak diketahui orang lain, sehingga diriku terlihat mulia di hadapan mereka. Kadang pujian mereka layangkan untukku, itu karena Allah SWT tak mengangkat aibku dalam permukaan.  Cukuplah Allah SWT sebagai pembuat keputusan, cukuplah ia yang akan menghinakan.

"Membuka aib orang bukan wilayah kekuasaanmu, ingatlah itu" kataku pada diriku sendiri.
"Jika kita mengetahui rahasia masing-masing. Apa kita akan menemukan kenyamanan?"

semoga menjadi pengingat untukku

Semoga pundakmu kuat menahan beban

Bersabarlah,
cobaan yang datang dari Allah
sebenarnya telah dipastikan kapan akan berakhir.
Tatkala cobaan menghampiri,
tak ada jalan lain untuk menghindari
kecuali bersabar hingga akhir masa cobaan

Jika resah dan gundah tatkala cobaan didera,
maka kegundahan itu tak ada gunanya
Cobaan seperti sari-sari makanan yg ditelan
lalu tersebar dalam badan, ia tak pasti kembali

Cobaan tlah dipastikan kapan berakhirnya,
tak ada guna terus menerus memaksa cobaan berlalu dengan cepat

Berdoa memang wajib dan diperintahkan,
tapi taklah wajar meminta cobaan dipercepat
Pintalah dikuatkan punggungmu,
sehingga kuat mengangkat beban cobaan yg diberikanNya

Biar kaki ringan melangkah membawa beban cobaan,
maka jangan tambahkan bebanmu dengan mengambil dosa-dosa dipinggir jalan

Tersenyum dalam doa

Tuesday, September 27, 2011
Sahabat seiman..,
Tersenyumlah yang lebar, kuingin nampak senyummu membahagiakan dan menyemangati orang lain, senyum keikhlasan kita atas taqdir Allah SWT, senyum alamat kesiapan kita berjuang menggeluti hari ini.., tak boleh ada kata henti, kita harus terus lanjutkan tapak kaki, pindah dari menikmati satu amal kepada amal berikutnya..

Masih seperti Nabi Ibrahim AS, yang tak pernah henti untuk beramal, seakan tak kenal lelah dan jemu, beratnya beban menuntunnya untuk tetap mesra melantunkan doa, ia begitu memahami bahwa hakikat hidup adalah bekerja dan mengabdi kepada Allah SWT semata.., perhatikanlah pengabdian Beliau kali ini melibatkan anaknya, Allah SWT berfirman, artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Al Baqoroh: 127)

Sahabat seiman..,
Coba tengok kembali prestasi kita, kitakah yang sering mengeluh padatnya tugas?, meratapi pekerjaan yang terselesaikan seakan tak ikhlas? Atau bangga merasa telah berjasa atas secuil amal penuh cacat tak sempurna? Beristighfarlah Sahabat bila syaitan telah berhasil mengecohkan kita.., astaghfirullahal ‘azhim, ampuni kami ya Allah!

Sahabat seiman..,
Bangkitlah segera, hentakkan kekuatanmu, pekikkan takbir agar kemalasan menyingkir, dan penyakit dalam diri segera berakhir.. semoga setiap tugas hari ini berjalan dengan baik, dan kita dapat tetap tersenyum puas melihat hasil amal kita, lalu berharap menjadi amal diterima di dunia dan akhirat.. selamat beraktifitas! (SaiBah)

Bicarakanlah

Tuesday, September 13, 2011
Kemarin semua orang membicarakan sepakbola dan TIMNAS. Timnas menjadi berita besar dan semua memandangnya.

Sesuatu yang biasa dibicarakan akan diingat-ingat. Sebaliknya jika jarang dibicarakan, akan terlupakan lalu cenderung tak di pandang.

"Hal Kecil" jika biasa dibicarakan akan menjadi "Besar", sedangkan "Hal Besar" jika jarang dibicarakan, akan menjadi "kecil & dilupakan"

Lihatlah saat ini, banyak hal kecil dalam pandangan Allah tapi selalu dibicarakan oleh manusia sehingga semua memandang besar

Namun Lihatlah pula banyak hal besar dalam pandangan Allah tapi jarang ingin dibicarakan oleh manusia, akhirnya dipandang kecil oleh manusia

Sepakbola, artis, seni, bangunan, dsb adalah hal kecil dalam pandanganNya tetapi dipandang berlebihan oleh Manusia maka besarlah ia bagi kebanyakan manusia.

Perkara sholat, akhirat, kematian adalah hal besar tapi jarang sekali dibicarakan oleh manusia sehingga menjadi kecil di mata manusia.

Ketika duduk di majelis dunia, jarang yang membicarakan pentingnya sholat & amal sholeh, tapi aib orang, sepakbola, karya manusia, artis tak henti-henti dibicarakan.

Ketika duduk di majelis dunia, jarang yg membicarakan tentang kematian dan kehidupan akhirat, kebanyakan masih berangan-angan umur diberi panjang.

Yakinlah, tidak ada hal sepele atau hal kecil dalam urusan Agama dalam pandangan Allah, dunia dan seisinya tidak lebih mulia dari 2 rakaat sholat sunnah

Maka, ..bicarakanlah hal-hal besar dalam pandangan Allah..sesungguhnya mulut dan hati sungguh dekat jaraknya, tapi butuh waktu lama untuk menyampaikan ucapan lisan tertanam dalam hati.