Home | Posts RSS | Comments RSS | Login

yakinlah Allah sedang berbisik kepada kita

Friday, February 12, 2010

Assalamualaykum ya akhi ya ukhti

La hawla wala quwata illa billah, alhamdulillah dengan kekuatan dariNya akhirnya aku diberikan kelapangan waktu dan kemauan kembali untuk menuliskan apa yang ada dikepalaku. Aku hampir mengabaikan bisikan hatiku yang selalu berbisik "berceritalah tentang hikmah atau apapun yang telah kau dapatkan dari masalah keseharian, hasil perenungan, juga pengalaman baik, supaya dapat diambil hikmahnya oleh orang lain, atau paling tidak sebagai pengingatmu"

Sejauh manakah kita bisa merasakan suara hati itu? Seburuk apapun akhlak seseorang aku yakin suara hati yang membisikkan kebaikan itu pasti ada. Namun kerapkali kita selalu mengabaikannya, akhirnya mata hati itu buta tertutup oleh hal-hal keduniawian. Pengalaman buruk yang pernah dialami, prinsip hidup, tidak merasa tanggungjawabnya dan sebagainya membelenggu hati kita.

Suatu ketika seseorang yang bertugas malam di kantor pergi ke kamar kecil, dengan niat ingin menyikat giginya. Namun apa yang terjadi, dia telah lupa menyisipkan pasta gigi ke dalam tas peralatan mandinya, hanya sikat gigi dan perlatan mandi lainnya yang dia bawa dari rumah. Namun di depan wastafel, didalam gelas beberapa sikat gigi dia melihat pasta gigi di dalamnya tidak diketahui milik siapa, akhirnya dia putuskan untuk mengambil sedikit pasta gigi tersebut untuk dioleskan ke sikat giginya. Selagi dia menyikat gigi, hatinya mulai mengingatkan dirinya "pasta gigi itu milik siapa? Kau belum mendapat ijin dari pemiliknya" gejolak muncul dari sisi buruknya "tidak mengapa, hanya sedikit kok mudah-mudahan yang punya ikhlas".

Namun apa yang akhirnya dia lakukan? Ternyata Dia mengingatNya, dia mengingat Malaikat yang mencatat perbuatannya, dia mengingat ampunan dari seorang manusia cukup sulit didapat. Bisa jadi orang yang mempunyai pasta gigi tersebut tidak terima jika odolnya berkurang. Mungkin tidak hanya dia yang mengambil odol tersebut, mungkin dia orang yang keberapa akhirnya pasta gigi tersebut berkurang banyak. Dia takut dia tidak bisa mendapatkan maaf dari orang tersebut, dia takut dia tidak bisa mengetahui siapa pemiliknya sampai nanti ajal menjemputnya. 

Sesampai di meja kerjanya, dia menuliskan reminder di handphonenya, " segera beli pengganti pasta gigi yang sama"", besoknya dia tempatkan pasta gigi yang baru dan sama ke dalam gelas dikamar mandi itu, dengan niat baik dan berharap kesalahannya diampuni..wallahu alam hanya Allah yang tahu.

Mungkin kita pernah mengalami hal ini entah itu di suatu kondisi yang sama atau yang berbeda. 

Bisikan hati..ya, berapa kali hati berbisik memberikan masukan, memberikan ajakan. Dalam keseharian, saat kita ada pikiran untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari kebaikan, kita akan merasakan satu sisi hati kita akan membisikkan larangan agar tidak melakukan niat pikiran buruk kita tadi, namun sekejap kemudian ada bisikan hati yang lain untuk membujuk agar kita tetap melakukan niat hati yang semula. Seolah-olah ada perseteruan dalam hati, antara yang membujuk agar terlaksana dan yang melarang agar tujuan tidak terlaksana, atau paling tidak hatinya mengatakan "sudahlah tak perlu dilakukan kebaikan itu, tidak terlalu penting"

Sekarang, coba kita perlahan menerima dan mengikuti anjuran hati nurani kita, yakinlah akan kebaikanNya yang akan kita dapatkan dan takutlah hati itu akan buta ketika kita selalu mengabaikannya. Saat diri kita sudah tidak mau mendengarkan hati nuraninya, mungkin kita akan selalu melakukan hal yang tidak benar. Dan Bersyukurlah kita karena hati nurani kita tidak bosan-bosannya menyertai dan membimbing kita sepanjang hidup kita.

Ketika keinginan baik itu muncul (bisikan hati nurani), yakinlah Allah sedang berbisik kepada kita

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS 13. Ar Ra'd 28)


0 comments to yakinlah Allah sedang berbisik kepada kita: