Home | Posts RSS | Comments RSS | Login

Dengarkanlah suara hatimu

Saturday, November 28, 2009
Karena ada kebutuhan untuk pembayaran di suatu bengkel, seorang pria itupun mulai bertanya-tanya “dimana ya ATM terdekat?” ; ada pak di dekat situ kata seorang teknisi bengkel itu dengan ramah. Pria itupun mengucapkan terima kasih kepadanya. Ternyata seorang kasir bengkel itu mendengar percakapan mereka, dan diapun menawarkan kepada pria tersebut, “pak, biar nanti teknisi kami yang antar bapak ke ATM”; "terima kasih bu" ucap pria itu dengan senyum bahagia. Namun dikala menunggu teknisi mengerjakan service mobilnya, suara hati pria mengatakan kepadanya ”kalau engkau diantar oleh teknisi bengkel ini, mungkin akan mengganggu kerjanya, bukankah akan merepotkan mereka dan bisa jadi itu tanpa sepengatahuan pemilik bengkel

Setelah berpikir panjang, akhirnya pria itu beranjak dari duduknya kemudian keluar dari bengkel dan berjalan menghampiri tukang ojeg yang ada didekat situ. Tanpa tawar menawar lagi, pria itu pun minta diantar ke ATM terdekat. Setelah keluar dari ATM pecahan Rp. 50.000, Estimasi pria itu, ongkos ojeg itu Rp 5.000 karena memang jaraknya hanya 200 meter, pria itu berpikir “Hmm apakah tukang ojeg itu mempunya kembalian ya?”, mengingat uang terkecil yang dimilikinya adalah pecahan Rp.50.000.
Sepertinya pria itu berpikir untuk membelanjakan uangnya dengan membeli makanan kecil di warung. Namun apa yang di rasakan, hati nuraninya memanggil “kenapa kau tak berikan saja ongkosnya Rp. 10.000, hitung-hitung memberikan sedekah kepadanya”. Tanpa berpikir panjang pria itu mengikuti hatinya, dia takut panggilan hati itu akan sirna segera. Pria itupun akhirnya menghampiri tukang ojeg itu, “pak, uang saya Rp 50.000, apakah bapak ada kembalian Rp 40.000” ; tidak ada pak jawabnya, hmm pikir pria itu, akhirnya dia putuskan untuk memecah uangnya untuk membeli sesuatu, dan kembali dia hampiri tukang ojeg dan memberikan Rp 10.000 kepadanya. Ucapan terima kasih terdengar dari tukang ojeg tersebut.
Kadang hati nurani memanggil jiwa untuk berbuat baik, namun kadangkala kita sering menggubrisnya, sehingga hati nurani itu sirna seketika. Lain waktu dia kembali datang, lagi-lagi dia dihiraukan. Begitulah kita memberlakukan hati kita. Semua orang mempunyai hati, namun tidak banyak yang bisa mendengarkan suara hatinya. Semua orang punya hati, tidak banyak yang bisa membersihkannya. Semoga kita menjadi manusia yang bersih hatinya ..amien

0 comments to Dengarkanlah suara hatimu: